A person marked red among other people. Exceptional individual that could cause danger concept. 3D rendering

Apa itu HIV & bagaimana menanggapinya

Ditulis oleh:

Dr Tan Kok Kuan

Dr Tan Kok Kuan

Dr Tan is a medical doctor in private practice focusing on men's health, and a contributing author of the Singapore HIV PrEP prescribing guidelines and the Blueprint to end AIDS and HIV transmission in Singapore by 2030. Read more of his articles at http://drtanmenshealthblog.com.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin

iklan

Human Papillomavirus atau HPV adalah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan kanker dan kutil kelamin baik pada pria maupun wanita. HPV berbeda dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan HSV (Herpes Simplex Virus). Meskipun semuanya adalah penyakit menular seksual, HPV adalah salah satu yang sering terabaikan dan disalahpahami. Mari kita jabarkan:

Apakah HPV termasuk PMS? Ya, HPV termasuk dalam kategori PMS.

HPV adalah virus DNA dengan lebih dari 200 subtipe. Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik dan dianggap sebagai penyakit menular seksual karena penyebaran utamanya melalui hubungan seksual.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria atau wanita dengan jumlah pasangan seksual yang lebih banyak, terlepas dari orientasi seksualnya, berisiko lebih tinggi terkena infeksi HPV. Konon, karena HPV sangat umum dan sangat menular, bahkan orang yang hanya memiliki satu pasangan seksual dianggap berisiko dan tetap dianjurkan untuk melakukan skrining dan vaksinasi.

Apakah HPV menyebabkan kutil atau kanker? Ya, HPV dapat menyebabkan keduanya.

Banyaknya subtipe virus berarti tiap subtipe virus dapat mempengaruhi tubuh secara berbeda-beda:

Kutil dapat terbentuk pada permukaan kulit yang bersentuhan dengan subtipe virus penyebab kutil. Kutil yang tumbuh bisa berupa benjolan datar atau menonjol (papula) yang berdekatan dan tumbuh lebih besar saat HPV bereplikasi di dalam jaringan. Kutil tersebut biasanya digambarkan berbentuk seperti “kembang kol”. Mereka biasanya tumbuh di sekitar alat kelamin dan anus. Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan tumbuhnya lebih banyak kutil dan lebih cepat, serta lebih besar. Ini termasuk diabetes, merokok dan HIV.

Infeksi HPV juga biasa dikaitkan dengan berbagai jenis kanker termasuk kanker serviks, kanker dubur, kanker penis, vulva dan kanker vagina.

Bagaimana pengobatan untuk kutil HPV?

Kutil mudah dihilangkan dengan krim, pembekuan atau laser. Intinya adalah untuk menghancurkan jaringan yang mengandung virus. Kutil bisa sangat membandel dan terkadang diperlukan beberapa sesi perawatan untuk mengatasinya.

Menghilangkan kutil hanyalah langkah pertama. Mencegahnya tumbuh berulang dan menghindari infeksi ulang bisa jadi lebih penting. Inilah sebabnya mengapa vaksin HPV sangat penting bahkan jika sudah ada kutil HPV yang tumbuh.

Bagaimana HPV menyebabkan kanker?

Setelah virus menginfeksi area jaringan seperti serviks atau anus, virus mulai menggunakan sel di area tersebut untuk bereplikasi. Virus yang bereplikasi menyebabkan kerusakan pada sel dan membuat perbaikan area tubuh tersebut menjadi tidak efisien.

Akibatnya jaringan asli yang sehat dan teratur kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan sel-sel normal. Hal ini dikenal sebagai displasia dan dianggap sebagai perubahan prakanker. Seiring berjalannya waktu HPV mendorong lebih banyak displasia di area tersebut dan akhirnya area tersebut menjadi rusak sehingga sel-selnya tumbuh menjadi kanker.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mencegah kanker akibat HPV?

Skrining rutin yang dikombinasikan dengan vaksinasi mengurangi risiko infeksi HPV yang mengakibatkan tumbuhnya kutil dan kanker HPV. Skrining rutin memungkinkan dokter untuk mendeteksi perubahan prakanker pada tahap awal. Umumnya, dokter hanya akan mengawasi sementara tubuh memperbaiki dirinya sendiri.

Jika lesi prakanker ditemukan pada stadium akhir atau berlanjut ke stadium yang lebih lanjut, sel prakanker dapat diangkat untuk mencegah perkembangan kanker seutuhnya.

Vaksinasi menciptakan antibodi terhadap beberapa subtipe HPV sehingga mengurangi kemungkinan HPV tertinggal dalam tubuh. Vaksinasi juga melindungimu dari infeksi jenis HPV lainnya. Vaksinasi juga bisa mengurangi risiko kutil tumbuh berulang. Skrining HPV dilakukan dengan melakukan tes usap di area yang terkena. Untuk pria bottom, hal ini dilakukan dengan tes penyeka anal. Usap penis bisa dilakukan untuk pria top dan pria heteroseksual.

Apakah saya perlu divaksinasi HPV? Ya! Kamu harus vaksin!

Vaksin HPV saat ini direkomendasikan untuk pria dari usia 9 hingga 45 tahun. Vaksin terbaru saat ini bernama Gardasil 9. Vaksin ini bekerja langsung untuk melindungi terhadap sembilan jenis HPV dan memberikan perlindungan silang terhadap jenis-jenis yang lainnya. Vaksinasi HPV akan mengurangi risiko berkembangnya kutil kelamin serta kanker penis dan dubur, dan melindungi pasanganmu dari infeksi HPV.

Penulis yang sama

dapatkan update terbaru

Berlangganan newsletter kami

Berlangganan newsletter kami